Weekly Update 9 September 2016

Indeks Harga Saham Gabungan pada hari Jumat 09 September 2016 secara mingguan ditutup melemah pada level 5281.92 mengalami pelemahan sebanyak - 1.34% dari penutupan minggu lalu. Apabila diperhatikan dari penutupan harian, Jumat ini ditutup dengan pelemahan sebanyak - 89.17 poin dari penutupan hari sebelumnya yang melemah. Penutupan minggu kedua bulan September tahun 2016 ini bergerak melemah dimana diawal perdagangan IHSG dibuka menguat tipis di level 5378.63 melanjutkan rebound pada penutupan pekan lalu, namun kemudian di hari kedua hingga keempat IHSG terlihat sideways di kisaran level 5342 - 5396. DItutup dengan pelemahan pada hari keempat, indeks pada hari kelima dibuka open gap down di level 5355 dan melanjutkan pelemahan hingga penutupan pekan dengan pergerakan pelemahan cukup signifikan melewati level support IHSG di pekan sebelumnya, dan ditutup pada level 5281.92 (juga merupakan level terendah pekan ini). Level tertinggi baru sepanjang tahun 2016 masih berada di level 5476.12 (terbentuk pada tanggal 09 agustus), yang akan sudah dijauhi selama satu bulan belakangan. Pekan depan diperkirakan IHSG akan menguat moderat disertai koreksi tipis dikarenakan tidak berhasil mendekati level tertinggi baru sepanjang tahun 2016, dengan level terdekat untuk pekan depan berada di level 5245 dan perhatikan gap yang terlihat di pekan ini dan di pekan-pekan sebelumnya. Level koreksi wajar dengan maksimum terbawah berada di level 5215. Indeks bergerak pada indikator bollinger band menandakan koreksi masih dapat terjadi. Apabla level gap tidak dilewati maka melihat posisi overbought akan terjadi kembali dan IHSG akan terkoreksi tipis dimana penguatan jangka panjang akan dihiasi dengan koreksi wajar dan membentuk pola penguatan yang tidak terlalu cepat secara mid-term apabila ingin menguat

Berbeda dengan indeks di bursa Wallstreet ditutup mixed diawali dengan libur pada hari Senin (Labor Day), kemudian keesokan hari menguat yang dipicu oleh berkurangnya potensi kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September karena data nonfarm payrolls yang di bawah estimasi. Sentimen positif berasal dari menurunnya potensi kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September ini serta menguatnya harga minyak mentah. Kenaikan harga minyak mentah dipicu oleh tercapainya kesepakatan antara Arab Saudi dan Rusia untuk menjaga kestabilan harga minyak, termasuk dengan membatasi produksi. Namun kenaikan harga minyak berkurang karena perjanjian tersebut tidak mendorong dilakukannya langkah nyata dengan segera. Sementara itu Bank of Japan memberikan sinyal bahwa program stimulus yang masif akan berlanjut, namun tidak ada hal yang cukup eksplisit untuk menjelaskan apa yang dilakukan. Hal itu mendorong kenaikan yen Jepang terhadap dollar AS, namun demikian, adanya komentar dari beberapa pejabat The Fed, masih terbuka peluang satu kali kenaikan suku bunga pada tahun ini mengakibatkan market mixed karena sebelumnya ada ekspektasi bahwa The Fed akan menunda kenaikan suku bunga dalam waktu dekat setelah data ekonomi terutama data nonfarm payrolls tidak sebesar yang diperkirakan sebelumnya. Indeks bergerak dalam kisaran sempit cenderung stagnan, karena investor cenderung mempertimbangkan prospek kenaikan suku bunga The Fed. Namun Nasdaq Composite kembali ditutup menguat pada level tertinggi, yang dipicu oleh penguatan saham Apple setelah merilis iPhone baru. Menurut Fed's Beige Book, ekonomi AS mengalami pertumbuhan yang moderat pada bulan Juli dan Agustus lalu, namun upah pekerja dan inflasi masih rendah. Data nonfarm payrolls bulan Agustus menunjukkan penyerapa tenaga kerja sebanyak 151 ribu orang, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebanyak 275 ribu dan di bawah perkiraan yang sebanyak 180 ribu. Tingkat pengangguran tetap pada level 4,9%. Potensi kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September menjadi menurun, namun potensi kenaikan pada Desember meningkat. Indeks ISM sektor jasa bulan Agustus yang lebih rendah dari perkiraan, menambah optimisme bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan ini. Indeks ISM sektor jasa bulan Agustus turun pada level terendah selama 6,5 tahun terakhir yang didorong oleh penurunan tajam order dan produksi, mengindikasikan melambatnya prospek pertumbuhan ekonomi, turun 4,1% pada level 51,4 dari 55,5, terendah sejak Februari 2010. Data initial claims pekan lalu menunjukkan penurunan menjadi 259 ribu dari 263 ribu, lebih rendah dibandingkan estimasi. Dollar AS melemah terhadap mayoritas mata uang lainnya. Sementara itu harga minyak mentah terkoreksi karena ekspektasi akan kesepakatan pembekuan produksi oleh para produsen minyak besar memudar, setelah Arab Saudi menyatakan akan membekukan produksi jika produsen lain melakukan hal yang sama. Sementara itu dari Eropa dikabarkan European Central Bank akan melakukan pertemuan pada hari ini, yang diperkirakan tetap mempertahankan kebijakan moneternya. Bank sentral Kanada menyatakan adanya kenaikan risiko akan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Harga minyak mentah menguat pada level tertinggi dalam sepekan terakhir yang dipicu oleh ekspektasi akan tercapainya kesepakatan antara OPEC dan Rusia untuk menjaga kestabilan harga minyak mentah. Harga tembaga menguat pada level tertinggi dalam tiga pekan terakhir yang disebabkan adanya pemogokan pekerja di Chili. Kemudian hasil pertemuan ECB kemarin tidak seperti yang diharapkan. ECB mempertahankan suku bunga namun  mengindikasikan tidak perlu untuk merilis lebih banyak stimulus. ECB menyatakan akan mempelajari opsi kebijakan untuk meyakinkan agar dapat mencapai program pembelian obligasinya, namun tidak menyebutkan  antisipasi perpanjangan waktu program pembelian aset tersebut dari jatuh tempo bulan Maret 2017. Sementara itu harga minyak mentah berlanjut menguat yang dipicu oleh data cadangan minyak AS yang mengalami penurunan terbesar dalam 17 tahun terakhir, yaitu turun 14,51 juta barel.

Kembali ke Indonesia, IHSG pekan ini bergerak melemah dimana diawal perdagangan IHSG dibuka menguat tipis di level 5378.63 melanjutkan rebound pada penutupan pekan lalu, namun kemudian di hari kedua hingga keempat IHSG terlihat sideways di kisaran level 5342 - 5396. DItutup dengan pelemahan pada hari keempat, indeks pada hari kelima dibuka open gap down di level 5355 dan melanjutkan pelemahan hingga penutupan pekan dengan pergerakan pelemahan cukup signifikan melewati level support IHSG di pekan sebelumnya, dan ditutup pada level 5281.92 (juga merupakan level terendah pekan ini). Level tertinggi baru sepanjang tahun 2016 masih berada di level 5476.12 (terbentuk pada tanggal 09 agustus), yang akan sudah dijauhi selama satu bulan belakangan. Pekan depan diperkirakan IHSG akan menguat moderat disertai koreksi tipis dikarenakan tidak berhasil mendekati level tertinggi baru sepanjang tahun 2016, dengan level terdekat untuk pekan depan berada di level 5245 dan perhatikan gap yang terlihat di pekan ini dan di pekan-pekan sebelumnya. Level koreksi wajar dengan maksimum terbawah berada di level 5215. Indeks bergerak pada indikator bollinger band menandakan koreksi masih dapat terjadi. Apabla level gap tidak dilewati maka melihat posisi overbought akan terjadi kembali dan IHSG akan terkoreksi tipis dimana penguatan jangka panjang akan dihiasi dengan koreksi wajar dan membentuk pola penguatan yang tidak terlalu cepat secara mid-term apabila ingin menguat. Level tertinggi yang dicapai IHSG pada pekan ini terbentuk pada hari kedua yaitu level 5396.81, menjauhi level tertinggi sepanjang tahun di 5476.12 (terbentuk tanggal 09 Agustus), setelah itu sempat sideways dari hari kedua dan keempat namun dihari kelima melemah cukup signifikan hingga penutupan pekan. Level Bollinger tengah berada pada level 5389.80, mengindikasikan bahwa level bollinger tersebut harus dicapai jika indeks ingin kembali menguat untuk pekan depan. Level resisten terdekat pekan ini di 5377, dan untuk pekan depan apabila IHSG menguat, indeks akan mencoba melewati level resisten tersebut dihiasi dengan koreksi tipis. Level terendah yang dicapai pekan ini adalah level 5281.92 yang juga merupakan level penutupan pekan, sempat dihiasi open gap down dari hari keempat ke hari kelima (dari level 5371 ke level 5355, dan pada penutupan ditutup melemah cukup signifikan. Penguatan indeks dipekan depan dapat terjadi apabila menjauhi level bollinger bawah dan menjauhi level MA 100 di 5046.40, level MA 200 IHSG berada pada level 4846.75, dan Indeks bergerak menguat disertai dengan volume beli. Level bollinger tengah berada di level 5389.80, level MA 100 dan level MA 200 akan menjadi tolak ukur penguatan indeks untuk pekan depan. Secara teknikal jika level MA 100 tidak berhasil terlewati maka akan terkoreksi kembali dan juga jika penguatan tidak diikuti dengan volume. Secara teknikal mid - term, IHSG mengindikasikan pola rebound dan akan terjadi koreksi jika level bollinger tengah tidak terlewati. Level Fibbonacci Retracement 11.3% berada di pada level 5320.22, Level Fibbonacci Retracement 23.8% berada di pada level 5132.90. Level support terdekat IHSG pekan depan di level 5245, level bollinger bawah berada pada level 5295.77. Perdagangan berlangsung ramai namun secara fraksi masih terdapat kendala karena perubahan fraksi justru mendorong perubahan pola pergerakan di harga offer dan bid. Namun secara keseluruhan IHSG diperkirakan cukup menguat pergerakan nya tergantung volume. IHSG pekan ini bergerak diatas level MA 100 dan mendekati level bollinger atas, dan jika IHSG tidak bergerak melewati level bollinger maka level MA 100 akan menjadi level yang akan diraih saat terkoreksi. Pergerakan pekan depan juga sangat tergantung pada volume beli dan jual asing pada pekan depan. Oleh karena itu direkomendasikan untuk melakukan beli pada saham-saham bluechip dengan memperhatikan level support masing-masing saham penggerak Indeks

Selama satu pekan ini asing melakukan net sell sebesar - 812 M, dimana pekan sebelumnya terjadi net sell sebesar - 2.02 T. Total net buy hingga bulan kesembilan tahun 2016 ini menjadi + 29.50 T. Pada tahun 2015 total net sell mencapai - 27.53 T, sementara tahun 2014 total net buy mencapai + 38.40 T, tahun 2013 total net sell mencapai - 20.60 T. Sepekan kemarin terjadi pembelian oleh asing pada sektor perbankan, perkebunan, batubara, serta konstruksi, sementara penjualan oleh asing lebih ke sektor semen, utility, konsumer serta properti. Selain sektor-sektor saham tersebut, terjadi beberapa transaksi net buy asing dilakukan di pasar nego seperti saham BBRI +37 M, ASII + 35M, EXCL + 21M, BBTN +13M, UNTR +12 M, serta nett sell disaham-saham BNGA - 115M, BSSR - 90M, KAEF - 90M, SMMA - 44M, MBAP - 44M seiring pergerakan IHSG masih bergerak dibawah pada level MA 100 dan 200 nya. Seperti telah diprediksi sebelumnya, indeks pada penutupan pekan ini akan menguat jika tidak berhasil melewati level support nya. Melihat penutupan hari ini jika pekan depan terjadi koreksi maka pergerakan indeks akan mencoba menjauhi level bolingger tengah pada level 5402.90 dimana level tersebut berubah apabila besok indeks kembali rebound. Untuk pekan depan support line berada pada level (5081.03]. Level support indeks dapat diperhatikan pada kisaran level 5200.62 - 5245.40. Apabila terjadi pelemahan yang cukup signifikan pada pekan depan disertai dengan volume, maka rekomendasikan untuk collective buy pada saham-saham bluechip yang dalam keadaan oversold secara teknikal. Selama sepekan kedepan diperkirakan terjadi pergerakan pembentukan pola secara teknikal dan kemudian apabila telah mencapai level support maka akan terjadi penguatan kembaili didukung saham - saham yang masih terjadi pembelian asing yaitu saham semen serta komoditi, perbankan, dan konsumer serta saham-saham second liner emiten dapat diperhatikan untuk dijadikan pilihan



Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower Floor 15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221- 2506355 ext. 1003

Fax : 6221- 2506322


Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016
Published on 2016-09-15 08:59:17 (GMT +7)

Global Info Regional

 

Global Info Currency

 

Global Info Commodity

NAME LAST CHG %
Crude Oil 37.82 0.55 1.48
CPO 2480 -6 -0.24
Nickel 8610 50 0.58
Tins 14655 60 0.41
Gold 1063.55 -5.44 -0.51
US Coal Daily 43.33 -0.57 -1.3
 

Links

INFO

PT. Waterfront Securities Indonesia Terdaftar dan Diawasi Oleh