Weekly Update 19 Agustus 2016

Indeks Harga Saham Gabungan pada hari Jumat 19 Agustus 2016 secara mingguan ditutup menguat tipis pada level 5416.04 mengalami penguatan sebanyak + 0.72% dari penutupan minggu lalu. Apabila diperhatikan dari penutupan harian, Jumat ini ditutup dengan pelemahan sebanyak - 45.42 poin dari penutupan hari sebelumnya yang menguat. Penutupan minggu ketiga bulan Agustus tahun 2016 ini bergerak menguat dimana diawal perdagangan IHSG dibuka melemah di level 5390.02 melanjutkan pelemahan pada penutupan pekan sebelumnya, lalu pada hari kedua IHSG dibuka di level 5341, open high dari penutupan hari pertama yang melemah. Lalu pada hari ketiga terlihat menguat lumayan dengan adanya open gap up dari level 5377 ke level 5387, menguat mencoba mencapai level tertinggi sepanjang tahun 2016 (di level 5476.12) yang terbentuk pada pekan kemarin di tanggal 09 Agustus. Namun pada penutupan pekan IHSG melemah setelah tidak berhasil membentuk level tertinggi baru, IHSG kemudian melemah 45 poin dan penutupan pekan ini ditutup pada level 5416.04. Level tertinggi baru sepanjang tahun 2016 sebelumnya berada di level 5476.12 yang akan dicoba dilewati pada pekan depan, karena pada pekan ini level tertinggi yang diraih IHSG hanya mencapai level 5470.74 (dicapapi di hari kelima), dan setelah itu melemah. Pekan depan diperkirakan IHSG akan menguat moderat disertai koreksi tipis dikarenakan tidak membentuk level tertinggi baru sepanjang tahun, dengan level support terdekat berada di level 5340 dan perhatikan gap yang terlihat di pekan ini dan di pekan-pekan sebelumnya. Level koreksi wajar dengan maksimum terbawah berada di level 5280. Indeks bergerak pada indikator bollinger band menandakan koreksi masih dapat terjadi. Apabla level gap tidak dilewati maka melihat posisi overbought akan terjadi kembali dan IHSG akan terkoreksi tipis dimana penguatan jangka panjang akan dihiasi dengan koreksi wajar dan membentuk pola penguatan yang tidak terlalu cepat secara mid-term apabila ingin menguat

Serupa dengan Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan akhir pekan lalu ditutup menguat. Indeks sempat melemah dipicu data ekonomi AS yang di bawah estimasi, Pelemahan juga terjadi setelah Presiden Fed New York menyatakan bahwa ada kemungkinan akan terjadi kenaikan suku bunga pada bulan September seiring dengan kenaikan upah pekerja. Namun pada pertemuan The Fed pada bulan Juli tersebut diindikasikan para pejabat The Fed melihat bahwa kecil risikonya akan terjadi kenaikan inflasi yang tajam, sehingga menimbulkan optimisme bahwa suku bunga The Fed tidak akan naik dalam waktu dekat. Dollar AS menguat setelah sebelumnya melemah. Penguatan indeks di Wallstreet mencapai rekor tertinggi baru, yang dipicu oleh penguatan pada saham komoditas yang didorong oleh pelemahan dollar AS. Selain itu berita merger akuisisi emiten juga menambah sentimen positif. Karena adanya ekspektasi bahwa The Fed masih akan mempertahankan suku bunga rendah dalam waktu dekat, maka dollar AS cenderung mengalami penurunan terhadap mayoritas mata uang utama lainnya. Hal tersebut mendorong penguatan pada harga komoditas yang berbasis dollar AS. Harga minyak mentah juga mengalami kenaikan pada level tertinggi selama lima pekan terakhir. Laporan keuangan yang secara umum lebih baik dari perkiraan, juga menambah sentimen positif di pasar saham. Sementara itu pasar juga menantikan hasil minutes dari pertemuan The Fed bulan Juli lalu yang akan dirilis nanti malam, yang diharapkan akan memberi petunjuk kapan The Fed akan menaikkan suku bunga lagi dan pandangan The Fed mengenai kesehatan ekonomi AS. Penguatan juga dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah mendorong penguatan saham sektor energi serta prospek positif dan laporan keuangan yang di atas estimasi dari Wal-Mart‎. Harga minyak mentah Brent mengalami kenaikan hingga di atas level USD50 per barel untuk pertama kalinya dalam enam pekan terakhir, yang dipicu oleh rencana para produsen minyak besar untuk membahas kemungkinan adanya pembekuan produksi. Data penjualan ritel AS bulan Juli secara tak terduga stagnan, setelah bulan sebelumnya tumbuh 0,8% dan di bawah perkiraan yang sebesar 0,4%. Indeks PPI bulan Juli turun 0,4%, setelah bulan sebelumnya naik 0,5% dan lebih rendah dibandingkan perkiraan yang diharapkan stagnan. Sementara indeks Michigan Sentimen bulan Agustus sedikit meningkat pada level 90,4 dari 90, serta lebih baik dibandingkan dengan estimasi yang pada level 90,2. Sedangkan data business inventories bulan Juni tumbuh 0,2% dari bulan sebelumnya 0,2% dan lebih baik dibandingkan estimasi yang sebesar 0,1%. Sementara data initial claims pekan lalu menunjukkan jumlah pengangguran yang mengajukan klaim berkurang menjadi 262 ribu, lebih baik dari estimasi yang sebesar 265 ribu. Indeks Philadelphia Fed bulan Agustus naik pada level 2 dari –2,9. Leading indicators bulan Juli naik 0,4% dari 0,3%. Pasar menantikan pertemuan tahunan para bank sentral dunia di Jackson Hole, Wyoming pada pekan depan. Pasar menantikan apakah akan ada petunjuk mengenai kapan The Fed akan menaikkan suku bunga lagi pada pertemuan tersebut

Kembali ke Indonesia, IHSG pekan ini bergerak menguat dimana diawal perdagangan IHSG dibuka melemah di level 5390.02 melanjutkan pelemahan pada penutupan pekan sebelumnya, lalu pada hari kedua IHSG dibuka di level 5341, open high dari penutupan hari pertama yang melemah. Lalu pada hari ketiga terlihat menguat lumayan dengan adanya open gap up dari level 5377 ke level 5387, menguat mencoba mencapai level tertinggi sepanjang tahun 2016 (di level 5476.12) yang terbentuk pada pekan kemarin di tanggal 09 Agustus. Namun pada penutupan pekan IHSG melemah setelah tidak berhasil membentuk level tertinggi baru, IHSG kemudian melemah 45 poin dan penutupan pekan ini ditutup pada level 5416.04. Level tertinggi baru sepanjang tahun 2016 sebelumnya berada di level 5476.12 yang akan dicoba dilewati pada pekan depan, karena pada pekan ini level tertinggi yang diraih IHSG hanya mencapai level 5470.74 (dicapapi di hari kelima), dan setelah itu melemah. Pekan depan diperkirakan IHSG akan menguat moderat disertai koreksi tipis dikarenakan tidak membentuk level tertinggi baru sepanjang tahun, dengan level support terdekat berada di level 5340 dan perhatikan gap yang terlihat di pekan ini dan di pekan-pekan sebelumnya. Level koreksi wajar dengan maksimum terbawah berada di level 5280. Indeks bergerak pada indikator bollinger band menandakan koreksi masih dapat terjadi. Apabla level gap tidak dilewati maka melihat posisi overbought akan terjadi kembali dan IHSG akan terkoreksi tipis dimana penguatan jangka panjang akan dihiasi dengan koreksi wajar dan membentuk pola penguatan yang tidak terlalu cepat secara mid-term apabila ingin menguat. Level tertinggi yang dicapai IHSG pada pekan ini terbentuk pada hari kelima yaitu level 5470.74, tidak berhasil melewati level tertinggi sebelumnya di 5476.12, setelah itu melemah di hari kelima hingga penutupan pekan. Level Bollinger tengah berada pada level 5350.12, mengindikasikan bahwa level bollinger tersebut harus dijauhi jika indeks ingin kembali menguat untuk pekan depan. Level resisten terdekat pekan ini di 5461, dan untuk pekan depan apabila IHSG menguat, indeks akan mencoba melewati level resisten tersebut dihiasi dengan koreksi tipis. Level terendah yang dicapai pekan ini adalah level 5296.59 yang juga merupakan level awal tolakan (support) nya, yang berujung pada penguatan hingga akhir pekan, walau pada penutupan dihiasi koreksi tipis. Penguatan indeks dipekan depan dapat terjadi apabila menjauhi level bollinger tengah dan menjauhi level MA 100 di 4964.39, level MA 200 IHSG berada pada level 4784.06, dan Indeks bergerak menguat disertai dengan volume beli. Level bollinger tengah berada di level 5350.12, level MA 100 dan level MA 200 akan menjadi tolak ukur penguatan indeks untuk pekan depan. Secara teknikal jika level MA 100 tidak berhasil terlewati maka akan terkoreksi kembali dan juga jika penguatan tidak diikuti dengan volume. Secara teknikal mid - term, IHSG mengindikasikan pola rebound dan akan terjadi koreksi jika level bollinger tengah tidak terlewati. Level Fibbonacci Retracement 23.6% berada di pada level 5268.87, Level Fibbonacci Retracement 38.2% berada di pada level 5172.83. Level support terdekat IHSG pekan depan di level 5331, level bollinger bawah berada pada level 5018.81. Perdagangan berlangsung ramai namun secara fraksi masih terdapat kendala karena perubahan fraksi justru mendorong perubahan pola pergerakan di harga offer dan bid. Namun secara keseluruhan IHSG diperkirakan cukup menguat pergerakan nya tergantung volume. IHSG pekan ini bergerak diatas level MA 100 dan mendekati level bollinger atas, dan jika IHSG tidak bergerak melewati level bollinger maka level MA 100 akan menjadi level yang akan diraih saat terkoreksi. Pergerakan pekan depan juga sangat tergantung pada volume beli dan jual asing pada pekan depan. Oleh karena itu direkomendasikan untuk melakukan beli pada saham-saham bluechip dengan memperhatikan level support masing-masing saham penggerak Indeks

Selama satu pekan ini asing melakukan net buy sebesar + 2.478 T, dimana pekan sebelumnya terjadi net sell sebesar - 220 M. Total net buy hingga bulan kedelapan tahun 2016 ini menjadi + 32.29 T. Pada tahun 2015 total net sell mencapai - 27.53 T, sementara tahun 2014 total net buy mencapai + 38.40 T, tahun 2013 total net sell mencapai - 20.60 T. Sepekan kemarin terjadi pembelian oleh asing pada sektor perbankan, perkebunan, batubara, serta konstruksi, sementara penjualan oleh asing lebih ke sektor semen, utility, konsumer serta properti. Selain sektor-sektor saham tersebut, terjadi beberapa transaksi net buy asing dilakukan di pasar nego seperti saham INTP + 2.05 T, ULTJ + 445M, SSMS + 444M, SMGR +28M, SMRA +28 M, serta nett sell disaham-saham BMRI - 45M, UNTR - 20M, WSKT - 17M, TLKM - 13M, MREI - 11M seiring pergerakan IHSG masih bergerak dibawah pada level MA 100 dan 200 nya. Seperti telah diprediksi sebelumnya, indeks pada penutupan pekan ini akan menguat jika tidak berhasil melewati level support nya. Melihat penutupan hari ini jika pekan depan terjadi koreksi maka pergerakan indeks akan mencoba menjauhi level bolingger tengah pada level 5350.12 dimana level tersebut berubah apabila besok indeks kembali rebound. Untuk pekan depan support line berada pada level (5215]. Level support indeks dapat diperhatikan pada kisaran level 5338.64 - 5386.12. Apabila terjadi pelemahan yang cukup signifikan pada pekan depan disertai dengan volume, maka rekomendasikan untuk collective buy pada saham-saham bluechip yang dalam keadaan oversold secara teknikal. Selama sepekan kedepan diperkirakan terjadi pergerakan pembentukan pola secara teknikal dan kemudian apabila telah mencapai level support maka akan terjadi penguatan kembaili didukung saham - saham yang masih terjadi pembelian asing yaitu saham semen serta komoditi, perbankan, dan konsumer serta saham-saham second liner emiten dapat diperhatikan untuk dijadikan pilihan




Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower Floor 15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221- 2506355 ext. 1003

Fax : 6221- 2506322


Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016
Published on 2016-08-23 14:55:56 (GMT +7)

Global Info Regional

 

Global Info Currency

 

Global Info Commodity

NAME LAST CHG %
Crude Oil 37.82 0.55 1.48
CPO 2480 -6 -0.24
Nickel 8610 50 0.58
Tins 14655 60 0.41
Gold 1063.55 -5.44 -0.51
US Coal Daily 43.33 -0.57 -1.3
 

Links

INFO

PT. Waterfront Securities Indonesia Terdaftar dan Diawasi Oleh