Daily Update 30 Agustus 2016

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Senin 29 Agustus 2016 ditutup melemah 1,25% pada level 5370. Semua sektor melemah dengan kontributor pelemahan terbesar pada sektor aneka industri. Investor asing net sell Rp151,4 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat yang dipicu oleh penguatan pada saham sektor keuangan dan komoditas setelah data belanja konsumen menunjukkan kenaikan selama empat bulan berturut-turut yang mengindikasikan berlanjutnya pertumbuhan ekonomi AS. Volume perdagangan cenderung kecil, karena investor masih mencerna komentar para pejabat The Fed pada hari Jumat lalu. Setelah Janet Yellen menyatakan bahwa potensi kenaikan suku bunga pada tahun ini membesar, wakil chairman The Fed Stanley Fischer mengindikasikan bahwa kenaikan bunga bisa saja terjadi pada bulan September dan Desember mendatang. Data belanja konsumen pada bulan Juli tumbuh 0,3% setelah pada bulan sebelumnya meningkat 0,5%. Sedangkan data pendapatan konsumen pada bulan Juli meningkat 0,4%, membaik dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tumbuh 0,3%. Dollar AS menguat karena spekulasi kenaikan suku bunga The Fed pada bulan depan. Harga minyak mentah melemah. Untuk IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed. IHSG diperkirakan bergerak dikisaran level 5340 - 5456



News & Analysis

Per Juli, BMRI Cairkan KPR Rp32,2 Triliun

PT Bank Mandiri Persero Tbk (BMRI) mencairkan kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar Rp32,2 triliun hingga Juli 2016 atau tumbuh 8,1% secara tahunan. Pertumbuhan BMRI hingga Juli di atas rata-rata pasar. Hingga akhir tahun ini, BMRI menargetkan KPR tumbuh di atas rata-rata pasar. Pada 2015 di periode yang sama, BMRI mencatatkan realisasi KPR sebesar Rp 29,8 triliun. Meskipun KPR tumbuh, kualitas kredit perumahan masih terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 2%. Menurut BMRI terdapat dua faktor pemicu pertumbuhan KPR di sisa tahun adalah relaksasi ketentuan nilai pinjaman dari total aset (loan to value/LTV) perumahan dari BI dari 80% menjadi 85%, yang membuat syarat uang muka KPR berkurang menjadi 15% dari 20%.

ANTM Jual Bijih Nikel Ke Pasar Domestik

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) telah melakukan penjualan bijih nikel untuk memenuhi kebutuhan bahan baku smelter pengolahan nikel pihak ketiga domestik. Pada tahun 2015, perusahaan telah menjual bijih nikel sebanyak 46.751 wet metric ton (wmt), sementara sampai dengan semester I 2016, penjualan bijih nikel domestik ANTM mencapai 644.125 wmt. Penjualan bijih nikel di dalam negeri juga bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan profitabilitas Perusahaan. Selain melakukan penjualan bijih domestik, saat ini ANTM sedang melaksanakan pembangunan pabrik feronikel berkapasitas 13.500 ton nikel dalam feronikel (TNi) di Halmahera Timur, Maluku Utara yang direncanakan selesai pada tahun 2018.

DMAS Akan Berupaya Tingkatkan Pendapatan Berulang

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) terus berupaya untuk meningkatkan pendapatan berulang (recurring income) dengan meluncurkan produk serviced apartment Le Premier di Kota Deltamas, Cikarang Pusat. Service apartmen ini telah siap untuk melayani kebutuhan para tenant, khususnya ekspatriat, yang bekerja di daerah Cikarang secara umum dan khususnya di kawasan Kota Deltamas dan akan mulai beroperasi pada awal September 2016. Dari produk serviced apartment ini, perseroan menargetkan dapat meraih potensi pendapatan berulang sekitar Rp30 miliar per tahun. Saat ini, serviced apartment ini telah tersewa penuh oleh salah satu tenant industri yang sebelumnya telah membeli lahan di Greenland International Industrial Center (GIIC), kawasan industri Kota Deltamas.

LRNA Mengalami Rugi Bersih Rp12 Miliar

PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) selama semester I 2016 membukukan rugi komprehensif Rp12 miliar, berbalik dari untung Rp536,99 juta sepanjang enam bulan pertama tahun lalu. Pendapatan LRNA turun 16,59% menjadi Rp59,94 miliar. Pendapatan utama LRNA dari bus antarkota antarprovinsi (AKAP) turun 21,22% menjadi Rp49,82 miliar.itu, pendapatan dari jasa operator bus TransJakarta relatif stabil di angka Rp8,79 miliar. Tahun ini, LRNA juga mendapat pemasukan baru dari bus pengumpan atau feeder sebanyak Rp1,31 miliar.

Pemprov Banten Akan Jual Kepemilikan di BJBR

Pemprov Banten akan melepas saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) dalam waktu dekat. Hal ini dilakukan karena Pemprov Banten ingin fokus mengembangkan PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Banten. Saat ini Pemprov Banten memiliki 520 juta saham atau sekitar 5,37% kepemilikan di Bank Jabar. Sedang saham mayoritas dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar 38,26%. Pemerintah Banten melalui PT Banten Global Development (BGD) telah menjadi pemilik 37,64% saham bank yang sebelumnya bernama PT Bank Pundi Tbk (BEKS).

Laba Bersih ADRO Tumbuh 2,48%

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) membukukan kenaikan laba bersih 2,48% pada semester pertama tahun ini. Adanya peningkatan dalam dinamika pasar batu bara termal akhir-akhir ini, ditopang oleh rasionalisasi pasokan di negara-negara utama penghasil batu bara serta permintaan yang berkelanjutan. Hingga semester I/2016, laba bersih ADRO mencapai USD122,11 juta dari USD119,15 juta. Pendapatan usaha ADRO turun 15,95% menjadi USD1,17 miliar dari USD1,39 miliar



Stock Pick
KLBF

Support pada level 1740 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin KLBF ditutup menguat pada 1780.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 1800

BBTN

Terlihat kuat pada support di level 1150 kemarin saham BBTN ditutup menguat pada level 1180.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1200

WSKT

Terlihat kuat pada support di level 2720, kemarin saham WSKT ditutup menguat pada level 2750.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2780

ASII

Terlihat kuat pada support di level 8250 kemarin saham ASII ditutup menguat pada level 8350.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 8450

ICBP

Support pada level 9300 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin ICBP ditutup melemah tipis pada 9500.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 9600

BBNI

Support pada level 5725 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BBNI ditutup menguat pada 5800.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 5900
 

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322




Disclaimer:


This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016
Published on 2016-09-01 06:42:05 (GMT +7)

Global Info Regional

 

Global Info Currency

 

Global Info Commodity

NAME LAST CHG %
Crude Oil 37.82 0.55 1.48
CPO 2480 -6 -0.24
Nickel 8610 50 0.58
Tins 14655 60 0.41
Gold 1063.55 -5.44 -0.51
US Coal Daily 43.33 -0.57 -1.3
 

Links

INFO

PT. Waterfront Securities Indonesia Terdaftar dan Diawasi Oleh