Daily Update 26 Agustus 2016

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Kamis 25 Agustus 2016 ditutup menguat 0,93% pada level 5454. Sektor konsumer mengalami penguatan terbesar. Investor asing net buy Rp688 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah terbatas yang dipicu oleh koreksi pada saham sektor kesehatan dan konsumer, sedangkan saham sektor keuangan meningkat karena adanya potensi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Dua pejabat The Fed kembali berkomentar mengenai potensi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Setelah adanya komentar tersebut, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September dan Desember mengalami kenaikan.kenaikan bunga pada bulan September meningkat menjadi 32% dari 18%, dan potensi kenaikan Desember menjadi 59%. Pasar akan menantikan pidato Janet Yellen nanti malam di pertemuan para bank sentral dunia, untuk mencari indikasi arah kebijakan moneter The Fed dan prospek ekonomi. Sementara itu data durable orders AS bulan Juli naik 4,4%, lebih baik dari estimasi 3,5% dan dari bulan sebelumnya yang turun 4,2%. Harga minyak mentah rebound setelah Iran menyatakan akan berpartisipasi dalam pertemuan informal OPEC. Untuk IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed. IHSG diperkirakan bergerak dikisaran level 5396 - 5476



News & Analysis

IBFN Restrukturisasi Utang Rp47,9 Miliar

PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN) melakukan restrukturisasi pinjaman yang diraihnya dari PT Bank Mestika Dharma Tbk pada 24 Agustus 2016. Pinjaman yang direstrukturisasi adalah kredit modal kerja sebesar Rp47.968.127.602. Adapun skema restrukturisasi berupa perubahan jangka waktu pinjaman atas dua fasilitas. Restrukturisasi fasilitas ini akan memperbaiki arus kas perusahaan karena beban pembayaran ke bank kreditur menjadi lebih ringan.

Kupon Obligasi PJAA Pada Kisaran 8,1%-8,7%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Jaya Ancol Tahap I Tahun 2016 sebesar Rp300 miliar, dari total keseluruhan penerbitan sebesar Rp1 triliun. Adapun penerbitan obligasi ini terbagi dalam dua tenor, yaitu tiga tahun dan lima tahun. Untuk yang tenor tiga tahun sebesar 8,1-8,6%, sedangkan tenor lima tahun dari 8,2-8,7%. Dana dari hasil penerbitan obligasi tersebut untuk pengembangan lini bisnisnya. Sebanyak 60% dari total keseluruhan akan digunakan untuk pengembangan kegiatan usaha dalam bidang rekreasi, yakni pengembangan dan pemeliharaan Dunia Fantasi, Kawasan Pantai, Seaworld Ancol, Ocean Dream Samudra, Atlantis Water Adventure, dan Pasar Seni melalui penyertaan modal pada entitas anak perseroan yaitu Taman Impian Jaya Ancol. Sebanyak 40% sisanya akan digunakan untuk pengembangan properti.

Pefindo Tegaskan Peringkat BBRI Pada idAAA

Pefindo menegaskan peringkat idAAA untuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) bersama dengan obligasi tahap I-tahap III tahun 2015 yang masih beredar. Prospek untuk peringkat kredit perseroan adalah stabil. Peringkat idAAA adalah peringkat paling tinggi yang diberikan oleh Pefindo. Kemampuan obligasi korporasi untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang relatif dibandingkan dengan emiten Indonesia lainnya adalah superior. Peringkat mencerminkan dukungan yang kuat dan terbukti dari pemerintah Indonesia, posisi bisnis yang superior, dan profitabilitas yang sangat kuat. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh potensi kenaikan rasio kredit bermasalah karena tantangan dalam kondisi ekonomi.

PTBA Akan Kembali Jual Batubara ke China pada Q4/2016

PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) akan kembali menjual batu bara ke China pada kuartal III atau kuartal IV 2016 dengan harga yang bagus. Sebelumnya PTBA tidak menjual batu bara ke China karena harga jual di China sangat rendah. Saat ini di China tengah menerapkan kebijakan mengurangi waktu bekerja yang berdampak pada kapasitas produksi batu bara China turun sebesar 600 juta ton per tahun. Kapasitas produksi batu bara China mencapai 2,5 miliar ton per tahun dengan tingkat konsumsi batu bara sebanyak 1,5 miliar miliar ton per tahun. Sedangkan produksi batu bara Indonesia saat ini diprediksi hanya 300 juta ton per tahun.

Anak Usaha MTDL Akan Beli Saham Dwitunggal Solusindo Prima

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) melalui anak perusahaan yaitu PT Mitra Integrasi Informatika (MII) pada 24 Agustus 2016 telah menandatangani Nota Kesepakatan Pendahuluan dengan para pemegang saham dari PT Dwitunggal Solusindo Prima (DSP). Penandatanganan itu dalam rangka penjajakan untuk partisipasi MII sebagai pemegang saham dari DSP melalui mekanisme penerbitan saham baru sebesar 20% dan dilanjutkan dengan pembelian saham DSP dari pemegang saham sebelumnya sebesar 17,5% sehingga rencana kepemilikan total MII di DSP sebesar 37,5%.

MBAP Masuk Bisnis Pembangkit Listrik

PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) masuk bisnis sektor kelistrikan dengan mengakuisisi 95% saham PT Cipta Tenaga Surya senilai Rp2,37 miliar. Pembelian saham Cipta Tenaga Surya dilakukan dari PT Wahana Sentosa Cemerlang. Wahana Semesta Cemerlang merupakan pemegang saham pengendali MBAP dan CTS. MBAP melalui anak usahanya mengklaim memiliki strategi dengan mengembangkan lini usaha pembangkit tenaga listrik. Perluasan usaha itu diharapkan dapat meningkatkan kinerja MBAP



Stock Pick
PTPP

Support pada level 4470 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin PTPP ditutup menguat pada 4630.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 4680

ASII

Terlihat kuat pada support di level 8300 kemarin saham ASII ditutup menguat pada level 8400.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 8500

WIKA

Terlihat kuat pada support di level 3210, kemarin saham WIKA ditutup menguat pada level 3300.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3340

TLKM

Support pada level 4150 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin TLKM ditutup menguat pada 4220.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 4270

BBRI

Terlihat kuat pada support di level 11650, kemarin saham BBRI ditutup menguat pada level 11850.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 12000

BBNI

Terlihat kuat pada support di level 5750 kemarin saham BBNI ditutup menguat pada level 5850.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 5950

BBTN

Support pada level 1990 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BBTN ditutup menguat pada 2020.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 2050



Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322




Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016
Published on 2016-08-26 07:19:18 (GMT +7)

Global Info Regional

 

Global Info Currency

 

Global Info Commodity

NAME LAST CHG %
Crude Oil 37.82 0.55 1.48
CPO 2480 -6 -0.24
Nickel 8610 50 0.58
Tins 14655 60 0.41
Gold 1063.55 -5.44 -0.51
US Coal Daily 43.33 -0.57 -1.3
 

Links

INFO

PT. Waterfront Securities Indonesia Terdaftar dan Diawasi Oleh