Daily Update 23 Agustus 2016

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Senin 22 Agustus 2016 ditutup menguat 0,21% pada level 5427. Sektor aneka industri menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai Rp285,8 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup mix dalam kisaran sempit, ditengah penurunan harga minyak mentah yang mendorong pelemahan saham energi meskipun terjadi kenaikan pada saham sektor bioteknologi. Harga minyak mentah mengalami koreksi signifikan, setelah pekan lalu mengalami kenaikan, yang disebabkan oleh kekhawatiran akan kembali melimpahnya suplay minyak dunia akibat berkembangnya ekspor bahan bakar oleh China, meningkatnya pengiriman minyak mentah oleh Irak dan Nigeria, serta meningkatnya pengeboran minyak di AS. Sementara itu pasar menantikan pidato Janet Yellen di pertemuan tahunan bank sentral dunia pada hari Jumat ini di AS. Pasar menantikan indikasi kenaikan suku bunga The Fed pada pidato Janet Yellen tersebut. Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September atau Desember meningkat setelah adanya komentar dari Wakil Chairman The Fed Stanley Fischer yang menyatakan bahwa target inflasi dan tenaga kerja AS sudah hampir mencapai target The Fed. indeks IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed. IHSG diperkirakan bergerak dikisaran level 5376 - 5470



News & Analysis

INPP Lepas Kepemilikan di Panen Lestari Senilai Rp3,25 Triliun

PT Indonesia Prima Property Tbk (INPP) telah menandatangani akta jual beli saham pada 18 Agustus 2016 untuk melepas kepemilikannya di PT Panen Lestari Basuki (PLB). Akta itu guna penjualan sebanyak 3.249.000 lembar saham PLB yang mewakili 99,97% saham kepada Aurora Development Pte Ltd (JVCO) yang berkedudukan di Singapura. Adapun nilai transaksi penjualan sebesar Rp3.249.573.023.631. Untuk penyelesaian pembayaran harga saham PLB tersebut, JVCO telah menyerahkan deposit sebesar USD12.200.000 dan menerbitkan dua notes dalam mata uang dolar AS yang seluruhnya berjumlah USD247.902.362. Setelah pelaksanaan transaksi ini, satu saham PLB yang dimiliki PT Langgeng Ayomlestari dialihkan kepada perseroan berdasarkan akta yang dibuat 18 Agustus 2016.

PTPP Berencana Rights Issue 1,776 Miliar Saham

PT PP Tbk (PTPP) berencana melakukan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue) dengan jumlah saham yang direncanakan diterbitkan sebanyak-banyaknya 1.776.311.645 saham dengan harga nominal Rp100 per saham. Perseroan merencanakan untuk mengajukan pendaftaran segera setelah RUPSLB yang akan diselenggarakan 23 Agustus. Perseroan berharap akan bisa melaksanakan rights issue sekitar bulan Oktober 2016 mendatang. Bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya akan terdilusi maksimal 26,8%. Dana yang akan diperoleh perseroan dari rights issue ini akan digunakan untuk meningkatkan modal kerja dan mempercepat program infrastruktur antara lain pengembangan kawasan industri pelabuhan, jalan tol dan membangun apartemen menengah dan rendah serta modal kerja.

WIKA Akan Rights Issue 4,037 Miliar Saham

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berencana melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebanyak - banyaknya 4.037.164.144 saham seri B dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Rencana itu telah disepakati pemegang saham melalui RUPSLB. Dari rights issue tersebut, WIKA menargetkan hasil Rp 6,1 triliun. Dimana, sebesar Rp 4 triliun berasal dari pemerintah dan Rp 2,1 triliun berasal dari pemegang saham publik.

KRAS Jajaki Pinjaman Rp1,4 Triliun

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menargetkan dapat meraih fasilitas pinjaman baru dari sejumlah bank untuk mendanai proyek pembangkit listrik pada September 2016. Nilai pinjaman yang dijajaki mencapai Rp1,4 triliun. Fasilitas kredit dari perbankan akan dikucurkan lewat skema sindikasi. Pinjaman ini akan memenuhi 70% pendanaan proyek di mana sisanya akan dipenuhi dari modal perseroan. Porsi pendanaan dari modal perseroan berasal dari rights issue sebanyak Rp1,8 triliun yang akan dilaksanakan pada kuartal IV/2016. Sebanyak Rp600 miliar akan digunakan untuk mendanai proyek pembangkit listrik sedangkan sisanya untuk pembangunan pabrik HSM #2.

TPIA Kerja Sama Dengan SCG Chemicals

SCG Chemicals, melalui entitas anaknya, Texplore Co., Ltd. memasok emisspro® kepada PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA), guna peningkatan efisiensi energi pabrik TPIA sebagai bagian dari kontribusinya untuk menjadi industri manufaktur ramah lingkungan. Emisspro, merupakan salah satu inovasi komersil dari SCG Chemicals, produk ini merupakan coating dengan emisivitas tinggi untuk furnace industri yang dirancang untuk mencapai efisiensi energi.

BBKP Akan Pacu Segmen Ritel

PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) akan memacu segmen ritel sebagai motor penggerak utama pertumbuhan kinerja perseroan dan menjadikan segmen komersial sebagai penyeimbang. Saat ini, komposisi segmen ritel dan komersial sebesar 65% dan 35%. Komposisi yang ideal bagi BBKP adalah segmen ritel 70% dan komersil 30%. Segmen ritel perseroan meliputi bisnis mikro 43%, UKM sebesar 9,4%, dan consumer 12,6%. Khusus untuk memacu pertumbuhan pada segmen mikro, BBKP akan meningkatkan kredit untuk pensiunan pegawai pemerintah, TNI, dan kepolisian



Stock Pick
KLBF

Support pada level 1680 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin KLBF ditutup menguat pada 1720.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 1740

TLKM

Terlihat kuat pada support di level 4100 kemarin saham TLKM ditutup menguat pada level 4160.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 4210

PTPP

Terlihat kuat pada support di level 4530, kemarin saham PTPP ditutup menguat pada level 4590.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 4640

BMRI

Terlihat kuat pada support di level 11375 kemarin saham BMRI ditutup menguat pada level 11450.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 11600

WIKA

Support pada level 3220 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin WIKA ditutup menguat pada 3240.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 3280

ASII

Terlihat kuat pada support di level 8175 kemarin saham ASII ditutup menguat pada level 8300.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 8400



Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322




Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016
Published on 2016-08-23 07:29:36 (GMT +7)

Global Info Regional

 

Global Info Currency

 

Global Info Commodity

NAME LAST CHG %
Crude Oil 37.82 0.55 1.48
CPO 2480 -6 -0.24
Nickel 8610 50 0.58
Tins 14655 60 0.41
Gold 1063.55 -5.44 -0.51
US Coal Daily 43.33 -0.57 -1.3
 

Links

INFO

PT. Waterfront Securities Indonesia Terdaftar dan Diawasi Oleh