Daily Update 15 September 2016

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Rabu 14 September 2016 ditutup melemah 1,33% pada level 5146. Semua sektor melemah dengan kontribusi pelemahan terbesar pada sektor aneka industri. Investor asing net sell Rp841 miliar. Pelemahan IHSG antara lain dipicu oleh koreksi pada indeks bursa global akibat ketidakpastian kapan kenaikan FFR. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah kembali ditengah ketidakpastian akan kenaikan suku bunga The Fed dan pelemahan harga minyak mentah, meskipun terjadi kenaikan saham Apple pada level tertinggi tahun ini. Spekulasi mengenai kapan The Fed akan menaikkan suku bunganya lagi telah menjadi sentimen negatif bagi indeks bursa saham global, meskipun potensi kenaikan suku bunga pada bulan September masih rendah. Harga minyak mentah berlanjut melemah setelah data cadangan bensin AS mengalami kenaikan pada pekan lalu, sehingga mendorong koreksi pada saham sektor energi. Pelemahan saham produsen minyak dan gas berlanjut menyebar pada koreksi saham sektor yang lain. Pasar kehilangan optimisme dari upaya stimulus para bank sentral dunia untuk mendorong laju inflasi dan terdapat batas dari program pembelian aset yang dapat dilakukan oleh para bank sentral dunia. Untuk Indek Harga Saham Gabungan hari ini diperkirakan bergerak mixed. IHSG diperkirakan bergerak dikisaran level 5129 - 5281


News & Analysis

TIFA Dapat Pinjaman Bank Rp100 Miliar
PT Tifa Finance Tbk (TIFA) kembali meraih pinjaman dari perbankan dimana kali ini fasilitas kredit atau pinjaman tersebut diraih dari Bank Maybank Indonesia. Penandatanganan perjanjian kredit dilakukan pada 19 Agustus 2016 lalu. Fasilitas kredit itu sebesar Rp100 miliar dengan jangka waktu 72 bulan. Adapun pinjaman ini dijamin dengan piutang milik perseroan sebesar 110 persen dari outstanding fasilitas.

SSIA Akan Terbitkan Obligasi Rp900 Miliar

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahap I senilai Rp900 miliar yang merupakan bagian dari rencana penerbitan obligasi berkelanjutan I senilai total Rp2 triliun. Obligasi berkelanjutan I tahap I 2016 ini memiliki dua seri yakni seri A dengan nominal Rp510 miliar dan berjangka waktu 3 tahun dan bunga 9,875%. Sedangkan seri B bernominal Rp390 miliar dengan bunga 10,500% dan berjangka waktu lima tahun. Rencananya sekitar 90% dana hasil penerbitan obligasi digunakan untuk pemberian pinjaman kepada entitas anak SCS, 5% untuk pinjaman ke anak usahanya SIH, SAM dan TCP serta sisanya untuk modal kerja.

Axiata Berencana Jual 11% Saham EXCL
Induk usaha PT XL Axiata yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia, dikabarkan ingin menjual kepemilikan saham mereka di perusahaan telekomunikasi tersebut. Axiata Group Bhd, operator terbesar Malaysia, berupaya menjual sebagian unit usahanya di luar negeri demi menghimpun dana senilai USD 700 juta. Axiata kini tengah mencari pembeli 11% saham PT XL Axiata Tbk (EXCL). Selain EXCL, Axiata juga berniat menjual masing-masing 30% saham dari Dialog Axiata Plc yang berbasis di Sri Lanka dan Smart Axiata Co di Kamboja. Axiata akan menggunakan sebagian dana divestasi anak usahanya untuk menurunkan nilai utang mereka.

WSKT Beri Pinjaman Anak dan Cucu Usaha
PT Waskita Karya Tbk (WSKT) memberikan fasilitas pinjaman kepada salah satu anak usahanya PT Citra Waspphutowa (CW) dengan kepemilikan 12,5%. Nilai pinjaman yang diberikan sebesar Rp72.500.000.000. Dana pinjaman itu akan digunakan untuk pengadaan lahan jalan tol ruas Depok-Antasari berdasarkan perjanjian penyediaan dana talangan. Selain itu, perseroan juga memberikan pinjaman kepada anak usaha lain yakni PT Waskita Toll Road (WTR) dengan kepemilikan 99,99% senilai Rp3.093.310.000.000. Selain itu WTR juga memberikan pinjaman kepada anak usahanya PT Waskita Transjawa Toll Road (WTTR) sebesar Rp773.350.000.000 dan pinjaman itu kemudian dipinjamkan lagi kepada PT Pejagan Pemalang Toll Road yang merupakan anak perusahaan WTTR (99,99%) dengan jumlah yang sama Rp773.350.000.000.

KKGI Jamin Pinjaman Anak Usaha
PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) telah melakukan pemberian Corporate Garansi kepada PT Bias Petrasia Persada (BIAS) dalam memperoleh pinjaman dari Landes Bank Baden Wurttemberg (LBBW). Perseroan merupakan induk usaha BIAS yang memiliki kegiatan usaha dalam bidang pengadaan tenaga listrik berupa Pembangkit Tenaga Mini Hidro (PLTMH) yang terletak di Sungai Citatih Sukabumi dengan kapasitas 2x3,2 MW. Kepemilikan perseroan terhadap BIAS melalui PT Khatulistiwa Hidro Energi (KHE) dengan kepemilikan 99,9%. BIAS berencana mengajukan pinjaman untuk pembelian mesin turbin kepada LBBW. Pinjaman ini akan dijamin oleh perseroan berupa corporate guarantee kepada LBBW. Pinjaman yang akan diperoleh BIAS dari LBBW sebesar 2.132.864 euro.

TPIA Akan Tambah Kapasitas Produksi dan Terbitkan Obligasi
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) akan menambah kapasitas produksi polyethylene dan berencana menerbitkan obligasi pada kuartal terakhir 2016. Pengembangan usaha dilanjutkan setelah akhir tahun lalu baru menyelesaikan ekspansi kapasitas produksi secara total hingga 43%. Saat ini TPIA memiliki kapasitas produksi untuk produk polyethylene mencapai 336.000 ton per tahun. Adapun fasilitas produksi baru akan berkapasitas 400.000 ton per tahun.


Stock Pick
WSKT

Support pada level 2460 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin WSKT ditutup menguat pada 2550.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 2580

BBCA

Terlihat kuat pada support di level 14850 kemarin saham BBCA ditutup menguat pada level 14975.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 15150

AKRA

Terlihat kuat pada support di level 6500, kemarin saham AKRA ditutup menguat pada level 6550.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6650

BMRI

Terlihat kuat pada support di level 10400, kemarin saham BMRI ditutup menguat pada level 10600.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 10750

PTPP

Terlihat kuat pada support di level 4090, kemarin saham PTPP ditutup menguat pada level 4160.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 4210

BBRI

Terlihat kuat pada support di level 10500, kemarin saham BBRI ditutup menguat pada level 11700.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 11850




Best Regards,

Ratna Lim

PT Waterfront Securities Indonesia

Sona Topas Tower 15A Floor

Jl. Jendral Sudirman Kav.26

Jakarta 12920

Telp: +6221-250 6355 ext. 1404

Fax : +6221-250 6322

Email: ratna@waterfront.co.id



Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016
Published on 2016-09-15 09:08:08 (GMT +7)

Global Info Regional

 

Global Info Currency

 

Global Info Commodity

NAME LAST CHG %
Crude Oil 37.82 0.55 1.48
CPO 2480 -6 -0.24
Nickel 8610 50 0.58
Tins 14655 60 0.41
Gold 1063.55 -5.44 -0.51
US Coal Daily 43.33 -0.57 -1.3
 

Links

INFO

PT. Waterfront Securities Indonesia Terdaftar dan Diawasi Oleh