Daily Update 12 Agustus 2016

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Kamis 11 Agustus 2016 ditutup melemah 0,09% pada level 5419. Sektor pertambangan mengalami pelemahan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai Rp61,2 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat pada rekor tertinggi yang dipicu oleh reboundnya harga minyak mentah dan laporan keuangan yang bagus beberapa emiten sektor ritel menimbulkan optimisme di pasar. Harga minyak mentah mengalami kenaikan signifikan setelah adanya pernyataan dari menteri perminyakan Arab Saudi yang menyatakan akan adanya potensi langkah yang dilakukan untuk mendorong kestabilan harga minyak mentah. Selain itu International Energy Agency memprediksi bahwa pasar minyak mentah akan mencapai keseimbangan pada beberapa bulan mendatang. sentimen positif, data initial claims pekan lalu menunjukkan penurunan jumlah tenaga kerja yang mengajukan klaim pengangguran yaitu menjadi 266 ribu dari pekan sebelumnya 269 ribu. Mayoritas saham dalam indeks S&P500 telah membukukan laporan keuangan, dimana 78% membukukan laba yang melebihi estimasi dan sebesar 56% mencatatkan pendapatan yang melebihi perkiraan. Untuk indeks IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed. IHSG diperkirakan bergerak dikisaran level 5378 - 5476



News & Analysis

Anak Usaha APII Ganti Nama dan Kegiatan Usaha

PT Arima Prima Indonesia Tbk (APII) menyampaikan bahwa salah satu anak usahanya PT Arita Biotech International telah merubah nama dan kegiatan usaha. PT Aria Biotech mengganti nama menjadi PT Amanaha Nusantara Sejahtera. Adapun kegiatan usaha semula adalah perdagangan besar dan impor berubah menjadi perdagangan dan industri. Namun Bukit mengatakan susunan kepengurusan dan jumlah modal disetor belum mengalami perubahan apapun.

BLTZ Akan Bangun 8 Bioskop Baru Tahun Ini

PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) meraih dana sekitar Rp650 miliar dari pelaksanaan rights issue dengan melepas 99.311.039 saham baru kelas C di harga Rp6.550. Selain untuk melunasi utang Rp250 miliar sisa dana akan digunakan perseroan untuk ekspansi dalam bentuk belanja modal dan pembangunan bioskop baru dan perbaikan yang ada. Saham rights issue BLTZ ini diserap oleh CJ CGV Co, Ltd perusahaan multiplex Cinema asal Korea Selatan. Usai rights issue CJ CGV menguasai 22,99% saham BLTZ dan pemegang saham terbesar Layar Persada menguasai 48,25% dan IKT Holdings 11,40% serta sisanya publik. Perseroan menargetkan pembangunan 8 bioskop baru di tahun 2016 dimana 2 diantaranya dibuka di semester pertama.

WIKA Kerjakan Apartemen di Surabaya Barat

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) semakin gencar menggarap pasar properti Surabaya. Setelah sukses mengembangkan apartemen TamanSari dan Hotel De Papilo di Surabaya Selatan, kini perseroan lewat anak usahanya PT Wika Realty mengincar market properti di Surabaya Barat dengan mengembangkan apartemen Tamansari Emerald. Apartemen Tamansari Emerald dibangun diatas lahan sekitar 6.750 m2 di lingkungan perumahan elit CitraLand Surabaya. Sebab itu, market yang ditargetkan nanti juga berbeda dengan apartemen Tamansari De papilo sebelumnya yakni kelas menengah atas.

APOL Tutup Anak Usaha di Panama

Anak usaha PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk. (APOL), yakni Paramount Star Shipping S.A berhenti beroperasi. Telah terjadi penghentian seluruh aktivitas operasi anak perusahaan tidak langsung perseroan. Anak usaha tersebut yakni Paramount Star Shipping S.A yang berdomisili di Panama. Alasan penghentian adalah tidak adanya kegiatan operasional kapal sejak tahun 2015. Berdasarkan laporan keuangan semester I/2016, perseroan berhasil mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp130,79 miliar. Sedangkan pada semester yang sama tahun lalu, perseroan mengalami rugi bersih senilai Rp268,78 miliar.

Anak Usaha SSIA Terbitkan Notes Rp21 Miliar


PT Horizon Internusa Persada, anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menerbitkan mandatory covertible notes sebesar Rp21 miliar dan akan jatuh tempo pada Juli 2018. Perseroan akan menyerap surat utang yang diterbitkan Horizon sebanyak Rp6,57 miliar. Jumlah tersebut bisa dikonversi mejadi 799.975 lembar saham Horizon.ini SSIA memiliki 3,2 juta lembar saham Horizon atau 40% dari total saham. Transaksi afiliasi ini diharapkan membuat Horizon bisa mendapat pendanaan untuk mengembangkan bisnisnya. Saat ini, Horizon mengelola situs e-commerce travelio.com dan aplikasi HelloLio by Travelio. Keduanya melayani pemesanan tiket, hotel, dan jasa perjalanan wisata. Hingga akhir tahun, Travelio ditargetkan meningkatkan rekanan hotel hingga 162%.

Laba Bersih MRAT Turun 89%


PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) mencatat penjualan Rp178,15 miliar atau turun 20,07% dibandingkan dengan penjualan pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp222,89 miliar. Turunnya penjualan tersebut didorong oleh penurunan penjualan kosmetik sebesar 21,18% menjadi Rp215,38 miliar dari Rp273,27 miliar. Penjualan jamu juga berkurang menjadi Rp21,84 miliar dari Rp25,44 miliar. Penjualan minuman kesehatan turun menjadi Rp1,65 miliar dari Rp2,04 miliar. Perseroan mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp490,03 juta atau turun 89,35% dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp4,60 miliar



Stock Pick
CPIN

Support pada level 3780 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin CPIN ditutup menguat pada 3850.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 3890

WSKT

Terlihat kuat pada support di level 2780 kemarin saham WSKT ditutup menguat pada level 2820.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2850

ASII

Terlihat kuat pada support di level 8050, kemarin saham ASII ditutup menguat pada level 8125.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 8225

BBRI

Terlihat kuat pada support di level 11800 kemarin saham BBRI ditutup menguat pada level 8125.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 8225

BSDE

Terlihat kuat pada support di level 2300, kemarin saham BSDE ditutup menguat pada level 2330.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2360

SMRA

Terlihat kuat pada support di level 1890, kemarin saham SMRA ditutup menguat pada level 1925.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1950





Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322



Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016
Published on 2016-08-12 14:39:24 (GMT +7)

Global Info Regional

 

Global Info Currency

 

Global Info Commodity

NAME LAST CHG %
Crude Oil 37.82 0.55 1.48
CPO 2480 -6 -0.24
Nickel 8610 50 0.58
Tins 14655 60 0.41
Gold 1063.55 -5.44 -0.51
US Coal Daily 43.33 -0.57 -1.3
 

Links

INFO

PT. Waterfront Securities Indonesia Terdaftar dan Diawasi Oleh